Alt text
Yogyakarta Komik Weeks di Museum Sonobudoyo

Pameran Yogyakarta Komik Weeks yang digelar di Gedung Pameran Temporer Museum Sonobudoyo merupakan acara yang digagas oleh Dinas Kebudayaan DIY bekerjasama dengan seniman komik dari komunitas Mulyakarya menggelar pameran mulai tanggal 8-21 Oktober 2019. Sebanyak 60 komik dipamerkan dalam gelaran kali ini.

Dalam perjalanannya, komik Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang. Sejarah komik Indonesia aktif sejak era sebelum kemerdekaan. Sedangkan pada gelaran Yogyakarta Komik Weeks kali ini, sengaja tidak mengusung sebuah tema khusus karena memiliki fokus pada mengenalkan ke publik khususnya para anak muda atau generasi milenial tentang sejarah komik di Indonesia.

Pada pameran ini, dihadirkan pula karya-karya dari dua tokoh penting komik Indonesia yaitu Abdulsalam (1913-1986) dan Hasmi (1946-2016) yang memiliki nama asli Harya Suraminata. Salah satu karya Abdulsalam yang dihadirkan berjudul Kisah Pendudukan Jogja. Karya Abdulsalam ini terbit pada 1952 dan menjadi buku komik pertama di Indonesia. Komik berjudul Kisah Pendudukan Jogja bercerita tentang Agresi Militer Belanda yang hendak menduduki Yogyakarta. Kisah Pendudukan Jogja semacam catatan harian dalam bentuk visual yang mengangkat beberapa kejadian nyata pada saat agresi militer pada waktu itu.

Pameran Yogyakarta Komik Weeks juga menampilkan karya Hasmi (Harya Suraminata). Hasmi merupakan komikus yang dikenal oleh berbagai kalangan lewat karyanya Gundala Putra Petir. Karya Hasmi ini pernah dipentaskan dalam teater, ketoprak dan bahkan baru-baru ini diangkat ke dalam sebuah film layar lebar. Namun dalam pemeran Yogyakarta Komik Weeks, karya Hasmi yang dihadirkan bukan tentang Gundala Putra Petir, akan tetapi berjudul Keris. Ini dilakukan supaya publik juga mengenal bahwa karya Hasmi tidak hanya Gundala, tetapi ada komik yang lainnya.

Pameran Yogyakarta Komik Weeks menyuguhkan 60 karya. Sebanyak 30 karya dari pemenang lomba komik Kukuruyug #5 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY. Sedangkan, 30 karya lainnya dari komikus Yogyakarta maupun dari luar daerah yang dipilih dari hasil kurasi. Salah satunya karya komikus dari Amerika Serikat.