Kebudayaan Yogyakarta Hadir di Dubai Expo 2021

Kebudayaan Yogyakarta Hadir di Dubai Expo 2021
Pemerintah Istimewa Yogyakarta mengirimkan delegasi untuk ikut serta dalam kegiatan Dubai World Expo 2020 selama 3-11 November 2021. Dalam kegiatan ini DIY selaku delegasi besar, membawa repertoar dari Keraton Yogyakarta sebanyak 11 tarian klasik. Beberapa tari yang disuguhkan kepada masyarakat dunia antara lain tari Srimpi Muncar, Golek Ayun-ayun, Golek Bawarga, Menak Kakung, Menak Putri, Klana Topeng, Topeng Alus, Sasanti Manghayu-hayu, Beksan Anila Prahasta, Sekar Pudyastuti, Bambang Cakil dan Regol Gunungsari. 
 
Keikutsertaan Yogyakarta dalam kegiatan ini membawa misi kebudayaan yang bertujuan untuk mengenalkan potensi Yogyakarta secara luas di bidang industri mikro, perdagangan, pariwisata, hingga investasi berbasis kebudayaan. Melalui aspek kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, hingga Dinas Perizinan serta Penanaman Modal menawarkan kesempatan dalam pengembangan industri dari masing-masing bidang berdasarkan pelestarian dan pengembangan budaya, yang sampai saat ini terus dilestarikan. Di sisi lain, Misi Kebudayaan juga mengemban aspek dalam pengembangan museum sebagai salah satu unsur praktis dari pariwisata budaya dan minat khusus.
 
Fajar Wijanarko sebagai salah satu perwakilan Museum Sonobudoyo dalam kegiatan Dubai Expo 2020 menjelaskan bahwa  dalam membawa misi kebudayaan ini salah satunya mencakup tentang permuseuman. Museum memiliki andil besar dalam meningkatkan sektor kunjungan pariwisata melalui artefak sejarah yang ditawarkan, sehingga selain mengenalkan warisan budaya, delegasi DIY juga melaksanakan kunjungan keberbagai Museum. 
 
Beberapa museum yang dikunjungi dalam misi kebudyaan tersebut berada di Kawasan Dubai lama atau Deira,  diantaranya Coffee Museum, Stamp Museum, Digger Museum, Coin Museum. Di samping kunjungan di museum-museum Dubai, dilaksanakan pula kunjungan ke Abu Dhabi dengan tujuan Louvre Museum. Kunjungan tersebut bertunjuan untuk menjalin kerjasama berupa museum board sebagai upaya pengembangan museum lebih lanjut.
 
Dengan keikutsertaan ini diharapkan dapat mampu mengenalkan kebudayaan Indonesia pada masyarakat Dunia, terutama kekayaan budaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta. (JEF)

Artikel Terkait

Lebih Banyak