Lomba Cerdas Cermat Tingkat SLTP se-DIY Dalam Rangka Gelar Budaya 2015 Museum Sonobudoyo

Lomba Cerdas Cermat Tingkat SLTP se-DIY Dalam Rangka Gelar Budaya 2015 Museum Sonobudoyo

             Kamis 23 April 2015, telah dilaksanakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Tingkat SLTP Se-DIY oleh Museum Negeri Sonobudoyo. Lomba ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Umar Priyono, M.Pd. Lomba ini merupakan rangkaian acara Gelar Budaya 2015 Museum Negeri Sonobudoyo. Lomba Cerdas Cermat ini dengan materi tentang Aspek  Permuseuman, Sejarah Budaya dan Sejarah Perjuangan. Lomba ini diikuti oleh perwakilan pelajar tingkat SLTP se-DIY.

             Bertindak sebagai pemateri/validator dan juri yaitu V. Agus Sulistya, S.Pd, MA (Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta), Drs. Heri Susiswanto (SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta), Drs. Agus Murdiatomo, M.Hum (Fakultas Ilmu Sejarah dan Ekonomi UNY), Tampil Gultom, M.Hum (Museum Sandi Negara Yogyakarta), Singgih, SS,MA (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kulonprogo) dan Suwandi, SS (Museum Rumah Budaya Tembi Yogyakarta).

Adapun  dari pelaksanaan LCC ini menghasilkan sebagai berikut :

Juara I                   :  SMP N 1 Banguntapan Bantul

Juara II                  :  SMP N 1 Semin Gunung Kidul

Juara III                 :  SMP N 1 Godean Sleman

Juara Harapan I  :  SMP N 1 Temon Kulon Progo

Juara Harapan II :  SMP N 1 Pleret Bantul.

                Pemberian piagam penghargaan, trophy dan sejumlah uang pembinaan kepada para juara diberikan oleh Kepala Museum Negeri Sonobudoyo, Dra. Riharyani dan pejabat struktural Museum Negeri Sonobudoyo beserta dewan juri. Juara I LCC ini akan mewakili DIY dalam LCC tingkat nasional pada Agustus 2015 mendatang.

                Dengan diadakannya lomba ini diharapkan para pelajar dapat mengetahui perkembangan budaya bangsa Indonesia dan dikarenakan dengan minimnya jam pembelajaran tentang sejarah budaya dan perjuangan bangsa di kelas, maka diharapkan para pelajar untuk menambah pengetahuannya di luar kelas dengan membaca sejarah budaya dan perjuangan bangsa dari buku sejarah,   media cetak maupun elektronik serta dengan berkunjung ke museum.

Artikel Terkait

Lebih Banyak