Mengenal Koleksi Miniatur Terakota Dalam Pameran Abhinaya Karya

Mengenal Koleksi Miniatur Terakota Dalam Pameran Abhinaya Karya

Terakota atau terracotta (dari bahasa Itali) yang berarti tanah bakar, atau terra cocta (dari bahasa Latin) adalah tembikar yang terbuat dari tanah liat, sehingga terakota adalah semua benda dari tanah liat yang dibakar tanpa glasir.

Terakota sendiri memadukan 4 unsur alam yaitu tanah, air, angin dan api dalam proses pembuatannya. Dalam membuat terakota ini, penganjun atau pembuat tembikar akan memiliki tanah liat, kemudian membuat adonan dengan air. Kemudian tanah liat tersebut dibentuk, lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, dan kemudian dibakar ke dalam tungku api.

Tembikar tanah liat ini sering dijumpai pada situs arkeologi masa sejarah, baik situs upacara, tempat tinggal, pelabuhan, desa maupun kota. Terakota ini ditemukan bersama dengan artefak tanah liat lainnya yang dibuat dengan pembakaran suhu tinggi 1200 - 1450 derajat celcius, seperti barang-barang berbahan batuan (stoneware) dan porselen yang berasal dari Cina, Thailand dan Vietnam. Terakota banyak ditemukan di Situs Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur yang dahulu adalah ibukota Kerajaan Majapahit. Di sana terdapat berbagai jenis terakota yang tidak ditemukan pada situ-situs Hindu-Budha lainnya. Jenis terakota yang diterdapat di Trowulan terdiri atas unsur bangunan, alat-alat rumah tangga, alat permainan, alat produksi, celengan dan anak timbangan.

Fungsi lain dari terakota adalah sebagai alat permainan, diantaranya adalah miniatur binatang, gacuk dan kelereng. Permainan kelereng pada masa Majapahit menggunakan kelereng dari tanah liat berbentuk bulat dengan ukuran bervariasi. Sedangkan gacuk bebentuk bulat pipih yang biasanya dibuat dari potongan genteng atau fragmen tembikar. Dan ada juga arca terakota binatang seperti babi dan gajah.

Dalam pameran Abhinaya Karya tahun ini, Museum Sonobudoyo mneghadirkan miniatur terakota tersebut. Adapun koleksi terakota di Museum Sonobudoyo adalah miniatur berang-berang, miniatur babi, kepala burung, kepala gajah, kepala anjing, kepala kuda, dan lainnya. Koleksi ini diperkirakan dibuat sejak masa Majapahit, dan telah menjadi koleksi Java Institut sejak 1935.

Bagi sahabat Sonobudoyo yang ingin melihat koleksi terakota, dapat mengunjungi pameran Abhinaya Karya Kembara Gembira: Ayo Dolan, Ayo Cerita yang dibuka tanggal 2 Juni sampai 30 Juni 2021 di Gedung Temporer Museum Sonobudoyo, pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. Informasi lebih lanjut, dapat temukan di akun media sosial milik Museum Sonobudoyo. Salam Sahabat Museum, Museum di Hatiku!

Artikel Terkait

Lebih Banyak