Pameran Koleksi Kain Batik Museum Sonobudoyo di Ragam Pesona Kain Tradisional Nusantara 2015

Pameran Koleksi Kain Batik Museum Sonobudoyo di Ragam Pesona Kain Tradisional Nusantara 2015

      Di Pameran Ragam Pesona Kain Tradisional Nusantara 2015 yang diselenggarakan di Museum Adityawarman Padang Sumatera Barat (05 – 08 Agustus 2015), Museum Sonobudoyo memamerkan koleksi kain batik. Berikut kain batik yang di pamerkan Museum Sonobudoyo :

1. Kain Batik Motif Truntum

      Motif batik tradisional Truntum ini melambangkan cinta yang bersemi atau bertautnya kembali cinta. Kono motif Truntum ini tercipta tatkala permaisuri Susuhunan Paku Buwono III sedang dilupakan oleh sang suami. Dalam kesedihan karena tidak lagi diperhatikan suami (dilupakan) sang permaisuri mendekatkan diri dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sembari membatik dan terciptalah motif bintang – bintang. Akhirnya ketekunan yang dilambari dengan keheningan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta membuahkan hasil. Cinta sang raja kembali bersemi dan dengan rasa kasih selalu menengok dan memperhatikan sang permaisuri membatik motif. Motif ini kemudian dinamai Truntum yang berarti bertautnya cinta.

2. Kain Batik Motif Kasatrian

      Bangunan pokok pada pola ini segi empat dengan satu bulatan di tengahnya. Isi bidangnya terdiri dari pola parang/lereng yang bernuansa Islam, pola nitik bernuansa Budha,simbol – simbol bernuansa Hindu dan tradisional misalnya kawung. Dalam motif ini mengandung nilai – nilai estetis kesatuan, kerumitan dan kesungguhan (greget), disesuaikan dengan masa kini. Motif ini mempunyai makna sebuah pesan agar semua kesatria nusantara (yang berjiwa pemimpin) wajib melindungi budaya luhur yang ada di bumi pertiwi. Biasa dikenakan sebagai kain dalam upacara kirab pengantin sebelum kedua mempelai duduk di kursi pengantin.

3. Kain Batik Motif Sido Mukti

       Motif batik Sido Mukti gaya Yogyakarta berpola semen.Sido berarti menjadi, Mukti berarti Mulia. Motif ini melambangkanharapan hidup dalam kecukupan dan bahagia lahir batin dunia akhirat. Biasa dikenakan oleh pengantin pada upacara ijab qobul dan panggih.

4. Kain Batik Motif Sido Asih

     Sido berarti menjadi, Asih berarti sayang, mengasihi. Motif ini melambangkan harapan hidup bersama dalam rasa saling menyayangi, mengasihi dikala suka dan duka dengan lambaran taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagaimana Sido Mukti, Sido Asih juga dikenakan oleh pengantin disaat upacara panggih dan ijab qobul.

5. Kain Batik Motif Sido Luhur

      Sebagaimana Sido Mukti dan Sido Asih, motif ini juga dikenakan oleh sepasang mempelai disaat upacara panggih dan ijab qobul. Motif ini melambangkan harapan hidup menjadi luhur. Luhur dalam jabatan/kedudukan di masyarakat dan luhur dalam budi pekerti serta perilaku.

Artikel Terkait

Lebih Banyak