Pembukaan Bantul Ekspo 2015

Pembukaan Bantul Ekspo 2015

       Bantul Ekspo 2015 secara resmi dibuka oleh  Asisten II Setda DIY Dr.Ir. Purwadi, M.Si mewakili Gubernur DIY Sri Sultan HB X ditandai dengan pemukulan gong, dilanjutkan dengan membunyikan replika othok-othok raksasa (yang tercatat dalam MURI) serta gunting buntal di Kompleks Pasar Seni Gabusan Sewon Bantul (Minggu,26/07/2015). Othok – othok yang menjadi maskot Bantul Ekspo 2015 ini berukuran tinggi 6 meter dengan lebar 3,5 meter yang terbuat dari besi dan ditanam di kawasan Pasar Seni Gabusan Bantul. Acara ini dimeriahkan dengan pertunjukan Tari Asmaradhana  dari Sanggar Cantik yang menceritakan tentang kekuatan cinta membara dari seorang gadis Bantul yang ayu nan jelita, siap untuk membangun Bumi Projotamansari.

      Sementara itu, Ketua Panitia Bantul Ekspo 2015 Andy Soelystyo, SH.M.Hum mengatakan, Bantul Ekspo yang digelar selama 11 (sebelas) hari sejak 26 Juli sampai 5 Agustus 2015 ini mengambil tema “Produk Lokal Pendukung Daya Saing Daerah untuk Kesejahteraan Rakyat”. Dari waktu ke waktu Bantul Ekspo selalu membawa kejutan baru, pada pelaksanaan kali ini, berhasil memecahkan Rekor MURI berupa mainan othok-othok terbesar.

     Di Kabupaten Bantul tepatnya kampung Pandes Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon  ada kampung dolanan anak yang memproduksi mainan othok-othok. Dipilihnya othok-othok sebagai maskot Bantul Ekspo 2015 salah satunya sebagai wujud penghargaan atas kreativitas leluhur dan nenek moyang kita yang mempunyai jiwa kreatif dalam berinovasi sehingga perlu dilestarikan, kata Andy Soelystyo, SH.M.Hum.

      Dalam event Bantul Ekspo 2015 ini, Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta ikut berpartisipasi dengan memamerkan koleksi Numismatik yang berupa mata uang yang digunakan pada zaman dahulu serta ilustrasi foto (pertukaran/barter, perdagangan di pasar, perdagangan, numismatik). Adapun judul/tema yang diusung yaitu “Uang Sebagai Alat Tukar Dalam Kehidupan Ekonomi Masyarakat”. Pada hari pertama pembukaan event, antusias masyarakat cukup tinggi yang berkunjung ke stand pameran Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta.

Artikel Terkait

Lebih Banyak